
Pertama, simpan kembali satu sesi pelajaran
Wang Yize adalah seorang guru yang mengkhususkan diri dalam pendidikan jenjang sarjana. Ia telah lama mengajar mata kuliah ekonomi, dengan jumlah siswa yang diajarnya setiap tahun mencapai antara 2500 hingga 3000 orang.
Semakin matang suatu kursus dan semakin stabil sistem pengetahuannya, tampaknya tugas guru seharusnya menjadi lebih ringan. Namun perasaannya justru sebaliknya. "Ketika kamu telah menyempurnakan suatu kelas sampai sangat matang, selama sisa hidupmu kamu hanya akan menyalin dan menempel terus-menerus."
Satu set pengetahuan yang sama harus dijelaskan ulang dari satu angkatan siswa ke angkatan berikutnya. Tetapi begitu kelas berakhir, contoh-contoh spontan yang diberikan saat mengajar atau bagian yang belum dipahami siswa sulit untuk direkam secara lengkap.
Jika siswa tidak paham, mereka harus bertanya kembali atau memutar ulang rekaman video sambil menggeser-geser batang kemajuan. Guru pun tetap harus menyusun silabus, membuat latihan soal, memeriksa pekerjaan rumah, serta menganalisis di mana sebenarnya kesulitan siswa tersebut.
Sebulan yang lalu, Wang Yize mulai menggunakan versi pendidikan AI, dan pola "salin-tempel" ini mulai berubah. Setelah setiap sesi kelas selesai, selain mengonversi audio menjadi teks, AI pendidikan juga dapat otomatis menghasilkan notula, bab-bab, dan catatan kelas. Jika siswa melewatkan satu poin pengetahuan, mereka tidak perlu bolak-balik mencari dalam pemutaran ulang; struktur pengetahuan, poin penting, poin sulit, serta analisis contoh semua bisa ditemukan kembali dalam catatan tersebut.
We dedicated to serving clients with professional DingTalk solutions. If you'd like to learn more about DingTalk platform applications, feel free to contact our online customer service or email at
Using DingTalk: Before & After
Before
- × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
- × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
- × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
- × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.
After
- ✓ Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
- ✓ Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
- ✓ Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
- ✓ Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.
Operate smarter, spend less
Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.
9.5x
Operational efficiency
72%
Cost savings
35%
Faster team syncs
Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

Bahasa Indonesia
English
اللغة العربية
日本語
Bahasa Melayu
ภาษาไทย
Tiếng Việt
简体中文 