





Biaya yang Tidak Terlihat
"Masalah saat berkembang" sulit untuk dihitung dan jarang tercermin dalam laporan keuangan, namun masalah ini secara nyata dapat menghambat efisiensi operasi perusahaan, seperti kesulitan berkomunikasi, minimnya arus informasi, serta pengaturan proses yang tidak masuk akal—semua ini mudah mengakibatkan pembengkakan organisasi, pemborosan sumber daya, serta kesalahan dalam pengambilan keputusan. Bagi departemen seperti sumber daya manusia, manajemen penjualan, kualitas dan operasi, serta keuangan, pekerjaan mereka tidak dapat segera meningkatkan efisiensi dengan mudah hanya dengan meng-upgrade alat produksi sebagaimana halnya dengan manufaktur pada umumnya. Inilah yang disebut "Penyakit Baumol" (diperkenalkan oleh ekonom Amerika William Baumol pada tahun 1967). Faktanya, seiring bertambahnya skala perusahaan, justru semakin kompleks struktur proses dan organisasinya, semakin banyak pihak yang dibutuhkan untuk menyelaraskan semua proses tersebut. Hasilnya akan meningkatkan biaya operasional perusahaan, memperlambat respons terhadap pasar, serta mengikis daya saing secara bertahap. Pada era pertumbuhan ekonomi yang pesat, banyak perusahaan kerap mengabaikan biaya tersembunyi semacam ini, berusaha menutupi inefisiensi dengan pertumbuhan. Namun kini, ketika logika persaingan di banyak industri telah bergeser dari pertarungan pertumbuhan menjadi perebutan pangsa pasar yang ketat, "gajah di dalam ruangan" tersebut sudah tidak bisa lagi disembunyikan. Hal tersebut memberikan tekanan pada semakin banyak perusahaan teknologi untuk menghadapi dan menyelesaikan "Penyakit Baumol" tersebut. Sebelum era internet seluler, perusahaan memiliki pilihan teknologi yang terbatas—biasanya hanya aplikasi-aplikasi khusus bidang tertentu, seperti sistem OA, CRM, atau MES. Namun seiring muncul dan matangnya teknologi baru seperti 5G, komputasi awan, dan AI, membuat seluruh industri manufaktur memasuki era digitalisasi dan kecerdasan buatan. Semakin banyak perusahaan berusaha mencari solusi melalui transformasi digital. Terdapat 133 perusahaan Tiongkok yang masuk dalam daftar Fortune Global 500, 50 juta perusahaan kecil dan menengah, serta 14.600 perusahaan kecil berjiwa inovatif (specialized, meticulous, distinctive, and innovative) yang telah dibina secara keseluruhan. Perusahaan-perusahaan ini berada dalam berbagai bidang usaha yang berbeda dan bervariasi skalanya, menghadapi berbagai macam titik masalah dalam transformasi digital. Pemilihan alat digital menjadi topik penting bagi perusahaan inovatif dan teknologi. Sebagai contoh, 80% dari perusahaan Fortune Global 500 Tiongkok dan 70% dari perusahaan kecil berjiwa inovatif ini merupakan pelanggan DingTalk. Baru-baru ini, DingTalk juga mengumpulkan 102 perusahaan teknologi inovatif, dalam suatu pameran kolektif yang menunjukkan semakin banyaknya perusahaan teknologi dan inovatif yang sangat serius dalam melaksanakan transformasi digital. Bagi perusahaan teknologi inovatif yang mencanangkan diri sebagai perusahaan berteknologi tinggi, mendorong transformasi digital bukan hanya menyangkut soal 'wajah' sebuah merek, tetapi juga berpengaruh pada 'isi' atau efisiensi, yang tidak hanya berdampak pada saat ini, tetapi juga pada masa depan.
Hasil yang Terlihat
Karena karakteristiknya yang saling berkaitan secara menyeluruh, transformasi digital di setiap perusahaan haruslah menjadi proyek yang dipimpin langsung oleh pimpinan utama ("一把手工程"), tetapi hal ini tidak berarti perusahaan harus secara manual mengelola segalanya atau mengembangkan semua perangkat lunak sendiri. Untuk masalah ini, perusahaan Shanchuan (produsen robot penyapu) pernah mengambil jalan berputar. Kepala Departemen IT Shanchuan, Chen Jun, mengakui bahwa sebelumnya mereka berharap meningkatkan level informasi perusahaan serta mendorong transformasi digital melalui pengembangan internal sendiri, tetapi setelah beberapa waktu berjalan mereka menyadari bahwa hal itu tidak ekonomis. Sistem manajemen produksi (seperti MES) belum dibangun tepat waktu, serta sejumlah data inti masih tersimpan dalam dokumen seperti Word dan Excel sehingga data tidak dapat dimanfaatkan sepenuhnya. Oleh karena itu, perusahaan tersebut memutuskan untuk membeli perangkat lunak matang dari luar. Namun, mereka menemukan bahwa meskipun efisiensi komunikasi meningkat dibandingkan sebelumnya, terjadi kebocoran informasi. Sebagai perusahaan innovatif dengan lebih dari seribu paten teknologi, Shanchuan memiliki permintaan yang sangat ketat terkait perlindungan hak kekayaan intelektual (IP) serta kerahasiaan informasi. Dari perspektif perusahaan tersebut, peningkatan efisiensi komunikasi sekaligus perlindungan keamanan informasi bukanlah soal pilihan eksklusif "salah satu dari dua", melainkan suatu keharusan untuk memenuhi kedua hal tersebut sekaligus. Setelah membandingkan berbagai opsi, pada akhirnya Chen Jun memilih DingTalk untuk perusahaan tersebut, namun alasan utama lain yang mendorong dipilihnya DingTalk bukan hanya isu keamanan informasi. "Dari segi reservasi pertemuan secara online hingga proyeksi layar saat pertemuan offline, pengalaman DingTalk secara keseluruhan adalah tertutup dan tidak terpecah-pecah. Jika kemudian hari dibutuhkan suatu fitur perangkat lunak, kita bisa membelinya secara terpisah seperti memainkan mainan lego, sehingga memberikan rasio kualitas-harga yang lebih tinggi." Setahun lebih menggunakan DingTalk, Shanchuan tidak lagi mengalami kebocoran informasi. Lebih lanjut lagi, dengan kemampuan keamanan informasi melalui aplikasi khusus DingTalk, Shanchuan telah memasukkan semua file pribadi, dokumen online, dan informasi internal ke dalam pengawasan. Sebagai contoh, dokumen dokumen tersebut tidak bisa dibuka jika dibawa keluar dari perusahaan, sehingga keamanan informasi dapat terjamin.


Asisten Transformasi
Dalam proses sejarah dari "Made in China" mengupgrade ke "China Creates", banyak perusahaan Tiongkok asalnya subkontrak juga secara aktif memperkenalkan merek milik sendiri dan maju dari belakang layar ke depan pentas, Shanchuan termasuk salah satunya. Pada tahun 2022, Shanchuan memutuskan untuk keluar dari zona nyaman dan meluncurkan merek premium "3i". Namun setelah melangkah maju, mereka menemukan bahwa pola pikir subkontrak tidak bisa digunakan untuk mengembangkan merek brand, peralihan dari ToB ke ToC memerlukan tingkat digitalisasi dan efisiensi operasional keseluruhan yang lebih tinggi. Dalam model ODM, perusahaan pihak ketiga (subkontrak) biasanya berada di balik layar dan tidak perlu menunjukkan diri secara berlebihan di pasar. Peluncuran merek "3i" berarti perusahaan harus langsung menghadapi konsumen akhir, harus mulai dari nol membuat sebuah brand, memasuki pusat perbelanjaan offline dan platform e-commerce, secara bertahap membentuk sistem penjualan yang sempurna, sehingga tingkat kesulitan manajemen "orang, keuangan, dan barang" naik secara eksponensial dibandingkan sebelumnya. Ketika pelanggan berubah, struktur organisasi, pola pikir manajemen dan proses bisnis juga harus berubah. Jika tidak segera menyesuaikan struktur dan prosedur dengan bantuan alat digital, dalam proses transformasi banyak masalah akan terungkap. Pada awal menjabat sebagai kepala penjualan divisi 3i, Lin Yi menemukan banyak proses kerja yang tidak efisien. Misalnya, banyak rekan yang bekerja di garis depan harus menghabiskan waktu lama untuk mengumpulkan dan menghitung data penjualan setiap hari, serta seluruh proses ini sangat sulit. Setiap kali platform e-commerce mengadakan promosi, tim layanan pelanggan Shanchuan juga harus mencatat dan memverifikasi data secara manual, yang sekaligus menghambat efisiensi kerja perusahaan serta membuat karyawan sulit mendapatkan kepuasan profesional. Namun tepat dalam waktu satu setengah tahun sejak menggunakan DingTalk, prosedur tidak efisien tersebut tidak terjadi lagi, dengan biaya tersembunyi seperti komunikasi internal serta sinkronisasi informasi yang turun secara signifikan. Menurut Lin Yi, jika sebelumnya data harus dihitung selama satu jam, dengan DingTalk sekarang cukup dengan satu klik ekspor. Manajer penjualan punya lebih banyak waktu dan energi untuk meningkatkan efisiensi toko; pegawai dari kota berbeda bisa mengedit lembar kerja yang sama dalam DingTalk, tanpa harus menelepon setiap orang satu per satu untuk mencatat manualnya seperti sebelumnya. Dengan dukungan DingTalk, Shanchuan berhasil secara bertahap menghilangkan batas data internal, meningkatkan efisiensi operasional gerai di garis depan, memberi apresiasi penuh serta memberdayakan kreativitas individu, sehingga perjalanan transformasi yang mereka tempuh menjadi lebih lancar. Selama melayani berbagai industri, peran DingTalk berkembang dari perangkat lunak kantor sederhana menjadi alat produktivitas di era digital dan pintar. Perusahaan berteknologi tinggi seperti Shanchuan memanfaatkan DingTalk untuk menyelesaikan berbagai masalah spesifik dan menyeluruh selama proses operasional dan transformasi bisnis harian, dan membentuk hubungan mitra strategis.Garis Penutup
Dulunya, banyak perusahaan menganggap transformasi digital hanya sebatas konstruksi infrastruktur IT internal, tanpa modal, teknologi dan kesabaran yang cukup, banyak perusahaan sering kali menunjukkan pikiran 'tidak ingin beralih', 'takut beralih', 'tidak tahu cara beralih'. Namun, dengan datangnya era digitalisasi dan kecerdasan artifisial, hadirnya alat-alat seperti DingTalk di pasar, perusahaan manufaktur berteknologi semakin memahami makna transformasi digital, sikap terhadap digitalisasi pun berubah dari "tidak berani berinvestasi dan tidak tahu cara berinvestasi" menjadi "berani berinvestasi dan paham cara berinvestasi". Menurut laporan Indeks Transformasi Digital Perusahaan Tiongkok yang dirilis Accenture tahun ini, 59% perusahaan Tiongkok berencana meningkatkan investasi mereka dalam bidang digitalisasi, naik 6 poin persentase dibanding tahun 2023. Jika ekonomi industri menggunakan minyak sebagai faktor produksi utama, maka era digital menjadikan data sebagai aset terpenting. Bagaimana memanfaatkan cadangan data ini tidak hanya membutuhkan keputusan dan kesabaran dari perusahaan sendiri, tetapi juga dukungan teknologi seperti DingTalk, inilah sebabnya semakin banyak perusahaan teknologi dan inovatif memilih bermitra dengan DingTalk. Terlihat jelas bahwa alat digital yang diwakili oleh DingTalk, tidak hanya mampu menyelesaikan masalah pertumbuhan yang dihadapi oleh semakin banyak perusahaan teknologi dan inovatif serta mengurangi dampak "Penyakit Baumol", tetapi juga akan mendukung para pemain baru dari perusahaan teknologi inovatif untuk bersama-sama maju dalam inovasi teknologi Tiongkok.
Using DingTalk: Before & After
Before
- × Team Chaos: Team members are all busy with their own tasks, standards are inconsistent, and the more communication there is, the more chaotic things become, leading to decreased motivation.
- × Info Silos: Important information is scattered across WhatsApp/group chats, emails, Excel spreadsheets, and numerous apps, often resulting in lost, missed, or misdirected messages.
- × Manual Workflow: Tasks are still handled manually: approvals, scheduling, repair requests, store visits, and reports are all slow, hindering frontline responsiveness.
- × Admin Burden: Clocking in, leave requests, overtime, and payroll are handled in different systems or calculated using spreadsheets, leading to time-consuming statistics and errors.
After
- ✓ Unified Platform: By using a unified platform to bring people and tasks together, communication flows smoothly, collaboration improves, and turnover rates are more easily reduced.
- ✓ Official Channel: Information has an "official channel": whoever is entitled to see it can see it, it can be tracked and reviewed, and there's no fear of messages being skipped.
- ✓ Digital Agility: Processes run online: approvals are faster, tasks are clearer, and store/on-site feedback is more timely, directly improving overall efficiency.
- ✓ Automated HR: Clocking in, leave requests, and overtime are automatically summarized, and attendance reports can be exported with one click for easy payroll calculation.
Operate smarter, spend less
Streamline ops, reduce costs, and keep HQ and frontline in sync—all in one platform.
9.5x
Operational efficiency
72%
Cost savings
35%
Faster team syncs
Want to a Free Trial? Please book our Demo meeting with our AI specilist as below link:
https://www.dingtalk-global.com/contact

Bahasa Indonesia
English
اللغة العربية
Bahasa Melayu
ภาษาไทย
Tiếng Việt
简体中文 